Dan ku toleh ke kiri
Ummat Islam diratah persis makanan
Oleh manusia kelaparan
Terlalu persis makanan terhidang
Ia diam membiarkan diri diratah
Ia tidak menentang sedikit pun
Ia tidak mampu?
Atau mungkin saja
Tidak sedar pun diri diratah
Hati sakit
Jiwa pedih
Nurani gugup menahan gelojak
Nasib ummah ini teramat sangat
Merobek-robek hati ini tanpa belas
Seketika tangis memanggil kenangan dulu
Saat islam terlalu anggung
Terlalu gah di mata kawan dan lawan
Terlalu makmur di langit tinggi dan di persada bumi
Itulah saatnya setiap muslim bisa berteduh
Di bawah payung kekhilafahan
Yang telah menundukkan kefasikan dan kezaliman
Tunduk sehina-hinanya menyembah bumi
Melutut taat pada syariat dan keadilan
Sungguh! Hati ini benar-benar terpanggil rindu
Ingin terbang ke era itu
Era Khilafah Islam mengembangkan sayapnya
Memberi pembelaan tanpa culas
Dengan seluruh angkatan perang
Hanya kerana seorang muslimah yang dikasari si Yahudi
Allahhhhh
Aku tahu Engkau bisa menghentikan semua ini
Dalam secebis dari lautan kudratMu
Tolonglah ya Allah
Tolong....!!
Dan rembesan air mata kembali memanggil
"Wahai hamba
Benar
Allah benar benar bisa
Menghabiskan kezaliman itu
Bahkan dari cara
Yang lebih mudah
Dari yang Engkau pernah sangkakan
Akan tetapi
Allah jua pernah berjanji
Bahawa Allah akan memuliakan Islam
Bila ada duat yang melakukan kerja dakwah
Tetapi bila umat Islam terleka
Dan tidak melakukan kerja dakwah
Allah akan menghinakan Islam
Sehina-hinanya"
Bait-bait terakhir ditelan pedih menyucuk
Deraian air mata semakin laju tak menunggu
"...tetapi bila umat Islam terleka dan tidak melakukan kerja dakwah..
Allah akan menghinakan Islam...
...Sehina-hinanya"
Cukuplah itu tempelak Allah buat engkau.
No comments:
Post a Comment