Tilawah selalu ter-pause bila tiba pada beberapa jenis ayat, antaranya yang kosa katanya tidak familiar. Dan semalam tilawahku terjeda di muka terakhir juzuk itu.
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (iaitu) Al-Qur'an yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang dan hati mereka ketika mengingati Allah.. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada sesiapa yang Dia kehendaki dan barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk"
{39:23}
{39:23}
Sebenarnya aku terhenti sebab curious dengan ayat "taqsya'irru" - apa tu?
vocab arab masih kelabu huhu
And as I go through its translation, Allah, I fell in love.
#1
Perkataan paling baik (Al-Qur'an) - Allah explains it using two words;
mutasyabihan - serupa/sama/similar/sinonim
mathani - berulang-ulang
As I read through this juz and the chapters before, sangat banyak cerita yang sama, wording yang sama, mesej yang sama.
Hingga tak kurang 3 kali aku cek semula betul ke juzu' yang aku tengah baca ni, takut terulang juzu' semalam.
And subhanallah, Allah answers it right away!
1- Al-Qur'an bukan sekadar bagi info/maklumat/fakta. If we just need facts, there is no need for repetitions.
2- But indeed, Al-Qur'an is for the hearts, for the believers, for those who submit. To have impact on the hearts, it needs frequency.
3- Perubahan yang Allah ajar melalui Al-Qur'an - sungguh, happens from the inside. Inilah perubahan yang paling powerful.
4- Seharusnya, hingga, berbuah amal. Guide us ya Allah.
#2
So I discovered that the word "taqsya'irru" means gementar (from my mushaf), or meremang (from my dictionary). What grabs my attention is how Allah describes two different emotions in this ayah.
They are; gementar, dan tenang.
Bila Allah cakap pasal takut - Allah sebut kulit yang gementar.
Bila Allah sebut pasal tenang - Allah sebut 'menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingati Allah'
In half amusement and half excitement, I told myself; "Oh, kulit ni penuh emosi ya??" haha
At that time, the only thing I can relate to is the malay phrase 'meremang bulu roma'.
Today a video appeared on my fb timeline, describing emotion;
https://www.facebook.com/brightside/videos/290343474646870/
And at the instant I saw this, Allah, I remembered Your words. Fell in love again and again!
Video tu describe effect emosi pada tubuh, contoh bila happy, area tubuh with very high emotion ialah seluruh tubuh (kulit). Banyak lagi, bila depressed, hati dia emotionless tapi area tubuh yang lain very low. The emotion has most impact on the skin, way more than on the heart!
Allah, how precise is you verse!
#3
And the rest of the ayah, when He says,
"Dia memberi petunjuk kepada sesiapa yang Dia kehendaki.."
I immediately know, yang menggerakkan aku jumpa video ini, adalah Engkau. Yang mengizinkan aku relate dengan firmanNya, juga Engkau. Yang mengizinkan keyakinan builds up, sungguh, kerana kehendakMu.
AyatNya memberi harapan,
Walau dosa kita setinggi gunung, kita tetap boleh mendapat petunjuk,
Kalaulah hidayah ini berdasarkan kelayakan, mungkin kita di rank paling bawah.
AyatNya menggesa pergantungan,
KepadaMulah kami berserah.
KepadaMulah kami benar-benar memohon.
Allahumma Inna nas'alukal huda
O Allah, we beg to You, Your guidance.
I don't mind falling in love with You again and again.
Guide us ya Allah.
No comments:
Post a Comment